Postingan

Menampilkan postingan dengan label ceritaku

Lolos SKD CPNS Lalu Apa??

Gambar
Setelah sebelumnya aku menulis tentang SKD CPNS, kali ini aku akan melanjutkan cerita tentang SKB dan bagaimana perjalanan dari CPNS menuju PNS dengan jabatan fungsional khusus. Prosesnya tidak singkat, 2 tahun. 😌 CPNS Kementan 2017 dari alumni UGM Sedikit cerita setelah lolos nilai ambang batas SKD, beberapa hari kemudian diumumkan peserta yang benar-benar lolos untuk mengikuti SKB. Jumlah peserta SKB adalah kuota asli penerimaan dikalikan 3. Tahun 2017 BBUSKP membuka kuota 4 orang untuk jabatan Medik Veteriner, sehingga peserta yang berhak mengikuti SKB adalah 4x3=12 orang dari ranking teratas nasional. Beruntung aku masuk dalam 12 orang tersebut. Aku mengikuti tes SKB di kota istimewa idaman semua orang, dimana lagi kalau bukan Yogyakarta. Jadi untuk proses SKB panitia hanya menyelenggarakan di beberapa kota besar saja karena jumlah peserta tentunya tidak sebanyak SKD. Alhamdulillah, meski nilai SKBku rata-rata saja, aku masih lolos di ranking 3 dari bantuan nilai SKD (SKD...

Pengalaman Pribadi: Lolos CPNS 2017, Tips dan Cara Belajar SKD

Gambar
Antusiasme untuk menjadi PNS atau ASN (Aparatur Sipil Negara) tidak pernah surut di setiap tahunnya. Perbaruan sistem seleksi menjadi CAT ( Computer Assisted Test ) selain mempermudah juga membantu peserta agar tersaring secara jujur. Nol rupiah. Namaku Fidyah, dan aku lolos CPNS di Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian tahun 2017. Berikut adalah pengalamanku bisa lolos CPNS secara jujur. Aku lulus sebagai dokter hewan persis di akhir tahun 2014. Tahun 2015 adalah awal mula aku menapaki dunia kerja, tapi tidak terbersit setitik pun keinginan menjadi PNS. Orangtuaku bekerja di perusahaan swasta, dan aku pun berpikir untuk mengikuti mereka. Kebetulan di tahun 2015 tidak ada lagi penerimaan CPNS (terakhir 2014) karena masa moratorium. Pilihan untuk dapat bekerja di instansi pemerintah adalah menjadi honorer dan itu pun akan sulit tanpa koneksi (menurutku). Maka aku bekerja di perusahaan swasta dan berpindah ke 2 klinik hewan dalam kurun waktu 3 tahun. Tahun 2016 aku...

Berburu Hunian di Jakarta as Millennials (part 3)

Gambar
Minggu pertama bekerja setelah libur Idul Fitri 2019, aku memutuskan menghubungi Pak Ari untuk janji survei lokasi. Tiba-tiba Pak Ari bilang unit sudah habis 😢 namun ada 2 unit tersisa yang belum jelas kepemilikannya. Aku dan suami kemudian tetap survei di hari Sabtu sambil berharap mendapatkan sisa unit. Sebelum berangkat survei suamiku berkata "Hari ini kita tidak keluar uang ya.." dengan maksud tidak terburu-buru membayar DP. Kami masih sedikit trauma dengan pengalaman di Bintara. Berbekal google maps kami mengikuti petunjuk lokasi. Ada dua lokasi yang diberikan Pak Ari, lokasi kavling dan lokasi kantor pemasaran. Aku sudah bisa membaca dari peta kalau lokasi kantor ada di ruko dekat Perumahan Jatinegara Indah, Cakung. Aku memutuskan menuju lokasi kavling terlebih dahulu. "Lho lho lho, ini kan arah lokasi kantor, bukan kavlingnya. Kavlingnya dimana?" Bingung aku membaca peta karena tidak percaya bahwa lokasi kavling sesungguhnya memang ada di area depan...

Berburu Hunian di Jakarta as Millennials (part 2)

Gambar
Pembelian rumah di Bintara gagal dan uang 5 juta melayang. Kejadiannya berlangsung sekitar bulan November 2018. Kronologinya sebagai berikut: Sabtu Aku dan suami survei lokasi. Ada dua pilihan rumah waktu itu dengan luas 44 meter persegi 2 lantai namun tanah miring dan pinggir sungai vs rumah 56 meter persegi 1 lantai. Kami berbincang-bincang dengan developer tentang cara pembelian sebelum pulang. Minggu Kami memutuskan membeli rumah yang luasnya 56 meter persegi. Orang tua sempat agak ragu karena merasa luas rumah 56 itu tidak cocok untuk pasangan insinyur dan dokter hewan😓 Developer tiba-tiba mengirim pesan whatsapp berupa foto sebuah mobil. Dia memberi keterangan bahwa hari itu ada banyak orang survei dan sepertinya pemilik mobil tersebut tertarik membeli rumah 56. Developer ini sengaja bikin panas 😒 Senin Aku mentransfer uang deposit 5 juta rupiah dan berniat mengambil kuitansinya saat weekend. Seingatku pihak developer tidak bisa mengirimkan kuitansi tersebut k...

Berburu Hunian di Jakarta as Millennials (part 1)

Gambar
Siapa sih yang nggak pengen punya rumah, pasti semua pengen punya rumah. Ini adalah ceritaku mencari hunian atau rumah masa depan di Jakarta. Iya, Jakarta, yang padat itu, yang macet itu, yang pemandangan cuma gedung, yang saluran gotnya bau dan sungainya kotor. Dulu awalnya aku pikir akan sulit menemukan rumah di Jakarta karena tidak adanya lahan, tapi....ternyata masih banyak dan bahkan ada pembangunan cluster-cluster baru. Tinggal siapkan uang milyaran saja, yang kita kaum milenial dengan pengalaman kerja baru seumur jagung mana mampu beli 😅 Aku mulai ingin mencari rumah sejak menikah bulan Agustus 2018. Aku mulai survei kecil-kecilan dan bertanya pada orang-orang. Sayangnya respon yang kudapat kebanyakan negatif, karena sudah menjadi semacam tradisi bahwa orang kerja di Jakarta itu beli rumahnya ya di Bogor, Bekasi, atau Depok dan Tangerang. Beli di Jakarta itu dianggap semacam mimpi di siang bolong. Kebetulan kantorku ada di daerah Rawamangun dan suami bekerja di daerah P...

1 tahun ++ Hidup di Jakarta (part 2)

Di suatu pasar, "mangganya berapa Pak?" "tiga puluh ribu Neng" "ko mahal sih Pak, biasanya dua puluh ribu?" "Neng tadi kesini jalan kaki?" "iya jalan kaki Pak" "ya udah dua puluh ribu aja, kirain Neng naik mobil" "....." Itu adalah salah satu cerita pengalaman temen yang lagi mau beli buah di pasar dekat kosannya. Mungkin karena dia berkulit putih, tampah bersih dan necis (padahal dia bilang cuma pakai baju rumahan aja) jadinya dikasih harga mahal hanya karena dikira naik mobil. Well...well... betapa tampilanmu itu menentukan segalanya. Jadi teringat pengalaman ke Jakarta untuk wawacara kerja sekitar 4 tahun lalu. Waktu itu aku numpang menginap di rumah saudara dan disana ada ART yang cukup ceriwis. Dia menanyaiku apakah aku berasal dari Jawa. Bisa jadi waktu itu cara bicaraku masih 'medhok' banget dan aku ingat bercermin waktu itu kelihatan dekil plus kusam. Kalah jauh sama anak-anak saudar...

1 tahun ++ Hidup di Jakarta

Jakarta, ibukota Indonesia yang sudah terkenal dengan segala kemacetan, banjir, sampah, dan problematika lain. Hmm..lalu apakah memang benar seperti itu? Aku mulai hidup di Jakarta pada bulan Januari 2018. Tujuanku bukan untuk mengikuti arus urbanisasi, menjadi artis, atau sekedar mengadu nasib, tidak, tidak seperti itu. Aku datang untuk memenuhi panggilan tugas menjadi calon pegawai negeri sipil di Kementerian Pertanian. Meski harus kuakui, pilihan bekerja di Jakarta adalah pilihanku sendiri. Pertama datang di Jakarta dan disarankan menaiki KRL (Kereta Rel Listrik) Commuter Line membuatku bingung. Aku harus masuk lewat mana? Bayarnya dengan apa? Aku harus turun stasiun mana? Beruntung aku tak sendiri waktu itu. Secara tidak sengaja aku bertemu teman kampus yang juga diterima di Kementerian Pertanian. Bersama temanku yang sudah lebih dulu bekerja di Jakarta, aku diajak mencoba transportasi lain, Bus Transjakarta. Bus ini masih menjadi favoritku untuk pergi kemanapun hingga s...

12 Perubahan, Awal dan Akhir Kuliah

Tulisan ini aku buat 4,5 tahun lalu saat menunggu pelantikan Dokter Hewan. Banyak hal yang berubah saat kuliah dan koas selama 5,5 tahun di Yogyakarta. Aku yang tadinya takut kotor dan takut pegang kucing, sekarang jadi berani :D dan ada banyak hal lainnya. NB: ak= awal kuliah; sk = akhir kuliah Makan Ak     : “aku gak mau ke angkringan, g kenyang, kan itu nasi kucing..” Sk     : “ayo ke angkringan, enak juga buat nongkrong”/ “ ayo ke angkringan, aku lagi hemat” Kecipratan air waktu dibonceng Ak     : “aduhhh…kakiku kena air, kotor deh..kamu sih…heuuh..”(mood turun drastis) Sk     : “wah, kecipratan. Ya udahlah, nanti bisa cuci kaki” Kaki (jeans) gak sengaja kena kaki waktu makan bareng Ak     : “aduhh…kakimu ati2 lah, jeansku baru keluar dari lemari ini” Sk     : (tendang balik) :D Service motor, nyari kabel speedometer Ak    : “aku ma...

Scary Experience - Masa Meletusnya Merapi 2010 -part 3-

Gambar
Hari Sabtu, 30 Oktober 2010. Bangun tidur aku segera berkemas untuk pulang. Aku dan Kakak pulang ke Salatiga naik motor berboncengan. Perjalanan kami melewati Klaten, Kartosura, Boyolali, dan akhirnya Salatiga. Beruntung pagi itu tidak ada lagi hujan abu. Langit cerah dan jalanan mulai bersih. Motor melaju pelan saat melewati Jalan Raya Jogja-Solo dan di situ kami melihat di sisi barat Gunung Merapi kembali mengeluarkan asap dan awan panasnya ke arah selatan. Saat mengecek berita di kemudian hari Merapi memang meletus kembali di tanggal 30 Oktober. Gunung Merapi mengeluarkan awan panas yanfreski.blogspot.com Aku dan Kakak terus melanjutkan perjalanan. Biasanya kami melewati Kecamatan Jatinom untuk sampai di Kota Boyolali karena lebih dekat. Namun karena pertimbangan keamanan kami memilih lewat Kartosuro meski lebih jauh. Cuaca masih aman2 saja hingga kami sampai di Kota Boyolali, hujan abu kembali turun dan cukup deras. Kota Boyolali yang biasanya tampak sejuk dan dingin berubah ...

Scary Experience - Masa Meletusnya Merapi 2010 -part 2-

Gambar
Pagi pun datang, hari Jumat tanggal 29 Oktober 2010. Air sudah tidak ada di kos. Aku dan salah seorang mbak kos menumpang mandi di kos tetangga karena harus pergi ke kampus. Mbak kos berbaik hati mengantarkanku ke kampus untuk ujian. Belajar? Haha, jangan ditanya lagi. Lingkungan berubah menjadi keabuan dan penuh debu akibat hujan abu yang terus turun. Ya, hujan abu tidak kunjung berhenti. Pagar belakang kampus yang biasanya dibuka malah ditutup, alhasil aku harus memanjat dan cuek tanganku terkena abu vulkanik. Ujian pun aku kerjakan dengan sepenuhnya improvisasi dan ingatan seadanya. Fokusku, fokus kami mahasiswa di Jogja adalah pulang ke rumah. Kabar yang beredar Sri Sultan Hamengku Buwono X telah mengumumkan bahwa semua perguruan tinggi yang ada di Yogyakarta diliburkan selama 1 minggu karena adanya bencana alam. hujan abu mengguyur Jogja saat malam archive.kaskus.co.id kampus UGM tak luput dari hujan abu exp-o-dika.blogspot.com Selesai ujian semua mahasiswa bingu...

Scary Experience – Masa Meletusnya Merapi 2010 -part 1-

Gambar
Tahun 2010 adalah tahun keduaku kuliah di Daerah Istimewa Yogyakarta, tepatnya di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (FKH UGM). Kejadian alam meletusnya Gunung Merapi pada bulan Oktober menjadi peristiwa tak terlupakan dan meninggalkan kesan pada masa kuliah. Diawali perubahan status Merapi dari Normal menjadi Waspada pada 20 September oleh BPPTK Yogyakarta. Status berubah menjadi Siaga pada 21 Oktober, kemudian segera menjadi Awas pada 25 Oktober 06.00 WIB. Merapi memasuki masa erupsi pada 26 Oktober dan akhirnya meletus keesokan harinya tanggal 27 Oktober. www.jpnn.com Tanggal 28 Oktober siang hari. Aku bersiap mengumpulkan materi untuk ujian terakhir hari esoknya. Iya, minggu itu di kampusku sedang ada ujian Blok ke VIII. Kebetulan 29 Oktober adalah jadwal terakhir ujian dan aku sudah menempel beberapa siklus biokimia sulit di dinding kamar kos. Ceritanya biar mudah dipelajari sewaktu-waktu. Takdir berkata lain, sore itu terjadi pemadaman listrik di daerah ko...

Scary Experience - Turbulensi di Langit Selat Karimata

Gambar
Tanggal 11 Januari 2015, pertama kalinya aku mendapat panggilan kerja dan langsung training di Pontianak. Aku berangkat pagi dari Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta diantar Kakak dan temanku Reza. Penerbanganku akan transit di Jakarta terlebih dulu nantinya. Setauku ini akibat kejadian jatuhnya Air Asia QZ8501 28 Desember 2014 yang jatuh di Selat Karimata. Sampai hari itu pun korban dan puing pesawat Air Asia masih dicari. diantar Kakak ke Bandara Adi Sutjipto Sedih pastinya dirasakan karena harus berpisah dengan Kakak, dengan teman2, dan dengan hangatnya Yogyakarta. Kalau dengan orang tua sudah biasa lama gak ketemu karena kuliah, hehe :D Aku menguatkan hati dan bersemangat karena penerbangan pagi dan siang pastinya akan ada pemandangan di jendela pesawat dibanding penerbangan malam. Singkat cerita, sampailah aku di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta. Seperti biasa, bandara ini suka bikin bingung saking luasnya. Aku sempat tersesat karena dari penerbangan awal hanya aku yang melanjut...

Scary Experience - Terseret Ombak di Pantai Nguyahan Yogyakarta

Gambar
Laut selatan terkenal akan ganasnya ombak dan mitos keberadaan Nyi Roro Kidul. Pergerakan ombak di laut sendiri dipengaruhi oleh arus angin dan kecuraman garis pantai. Samudra Hindia yang luas dan garis pantai laut selatan yang cenderung curamlah alasan mengapa ombak di laut selatan itu ganas (kata Kakak, geologist). Suatu hari di tanggal 15 tahun 2014 aku dan beberapa teman main ke pantai Nguyahan dan Ngobaran. Kedua pantai ini terletak bersebelahan di wilayah Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Kami kesana dalam rangka hari libur saat koasistensi interna besar (salah satu program profesi Dokter Hewan di UGM). Daya tarik pantai2 ini adalah tebing dan karangnya yang menawan, setidaknya menurutku.. Pantai Ngobaran  Pantai Nguyahan Hari itu aku dan teman2 hanya ingin foto2 saja. Saat itu yang aktif foto di karang adalah aku dan temanku bernama Lucy. Kami foto membelakangi karang yang ada di Pantai Nguyahan dan tertawa senang waktu ombak datang dari belakang. Aku pi...

Unforgettable Moment in My Life -part 2-

Gambar
Abis bongkar2 isi laptop ternyata ada file ‘unforgettable moment’ part 2 yang belum sempet rilis. Haha, rilis ciee rilis… #6 DISIRAM RUMPUT Gak lucu banget ni cerita. Hari itu hari ultahku entah ke berapa, yang jelas aku masih SD kelas 4/5. Tak ku sangka masih ada yang inget hari ultahku. Tmen2 ce skelas langsung bkin SURPRISE..!!! mereka ngasih kue ultah berupa donat coklat yang di lubang tengahnya dkasih lilin. Then, ngasih jajanan seplastik gede. Hua ha ha.. serasa jadi ratu pesta jajanan :P ternyata mereka tuh pada patungan buat ngeborong smua jajanan di salah satu warung. Hepinya lagi, tmen2 giliran maju ke depan kelas buat singing a song for me, termasuk lagu suwe ora jamu yang diaransemen ulang, wkwkwk. Kukira, ah, hariku akan berakhir bahagia. Tak dinyana, pulang sekolah tau2 diguyur air campur tanah campur rumput campur tetumbuhan macam sapi mandi. Huh hah huh hah.. begitu ya, pantas mereka baik2 bawain tas n bawain seplastik gede kado jajananku. Ada udang di balik ...

Unforgettable Moment in My Life -part 1-

Cerita ini pernah aku post di notes Facebook (@fidyahfi) waktu umur 19 tahun. Lima tahun sudah berlalu dan tentunya pengalaman2 unforgettable bertambah :D dan akan dimuat di part selanjutnya. Mungkin gak smua sih aku tulis, yang lucu2 ajah.. ha3 #1 KEKUNCI DI KAMAR Waktu itu aku masih tinggal di Singosari, Malang. Aku masih TK. Ayahku baru aja ganti gerendel pintu kamar utama n aku pun penasaran ama cara kerjanya. Langsung aja, waktu smua orang lagi sibuk goreng kerupuk di dapur, aku menyelinap masuk kamar n nyobain tu kunci dari dalam. Dasar anak kecil, bisa ngunci tapi gak bisa buka lagi. Waktu itu di kamar tengah, jadi gak ada jendela gede buat keluar. Langsung deh aq gedor2 sambil nangis >.< akhirnya aku berhasil selamat berkat kesabaran ibu ngasih tau cara buka pintu yang benar. Ha2, aku sekarang jadi ati2 ama yang namanya kunci pintu! #2 HILANG DI PASAR Kejadian ini gak seharusnya terjadi andai bu guru TKq gak main2 ama anak didiknya. Waktu itu aku pulang dari lomba nggamba...